STRUKTUR MODAL DAN LEVERAGE
Perusahaan memerlukan modal untuk perkembangan yang berasal dari utang maupun ekuitas sendiri.
Keuntungan berhutang :
Bunga yang dibayarkan dapat dipotong untuk tujuan pajak, sehingga menurunkan biaya efektif dari utang. Pemegang utang (debtholder) mendapat pengembalian yang tetap, sehingga pemegang saham (stockholder) tidak perlu mengambil bagian laba mereka ketika perusahaan dalam kondisi prima.
Kelemahan berhutang :
Semakin tinggi rasio utang (debt ratio), semakin tinggi pula risiko perusahaan, sehingga suku bunganya mungkin akan lebih tinggi. Apabila sebuah perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan laba operasi tidak mencukupi untuk menutup beban bunga, maka pemegang sahamnya harus menutup kekurangan itu, dan perusahaan akan bangkrut jika mereka tidak sanggup. Terlalu banyak utang dapat menghambat perkembangan perusahaan yang pada gilirannya dapat membuat pemegang saham berpikir dua kali untuk tetap menanamkan modalnya.
Pada saat perhitungan biaya permodaln rata rata tertimbang yang digunakan untuk penganggarn modal , diperlukan asumsi bahwa perusahaa tersebut memiliki target struktur, akn teapi struktur modal yan opimal dapat berubah sewaku waktu an dapat berpengaruh ke tingkat risiko. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi penganggaran modal yang akhirnya mempengauhi saham perusahaan.
STRUKTUR MODAL YANG DITARGETKAN
Yang harus dilakukan adalah menganalisis faktor faktornya kemudian menetapkan struktur modal yang akan di targetkan. Menggunakan lebih banyak utang berarti memperbesar risiko yang ditanggung pemegang saham, selain itu juga memperbersar tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko yang makin tinggi menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya tingkat pengembalian akan menaikkan harga saham tersebut. Struktur modal yang optimal harus berada pada keseimbangan antara risiko dan pengembalian yang memaksimalkan harga saham. Terdapat 4 faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal, yaitu:
1. Risiko bisnis :
2. Posisi pajak perusahaan.
3. Fleksibilitas
4. Konservatisme atau agresivitas manajemen.
RISIKO BISNIS DAN KEUANGAN
Dua komponen risiko aktiva : risiko yang dapat diversifikasikan ,yang dapat di eliminasi.
Dua dimensi dari risiko :
1. Risiko bisnis, yaitu tingkat risiko dari aktiva perusahaan jika tidak menggunakan utang.
2. Risiko keuangan, yaitu risiko bagi pemegang saham biasa akibat keputusan penggunaan utang.
RISIKO BISNIS
Risiko Bisnis (business risk) yang didefinisikan sebagai ketidakpastian yang melekat dalam proyeksi tingkat pengembalian aktiva (ROA) masa depan, merupakan satu-satunya determinan terpenting dari struktur modal perusahaan.
Risiko bisnis tergantung pada sejumlah faktor, antara lain :
1. Variabilitas permintaan (unit yang terjual).
2. Variabilitas harga jual.
3. Kemampuan untuk menyesuaikan harga keluaran terhadap perubahan harga masukan
4. Sejauh mana biaya-biaya bersifat tetap : leverage operasi.
Risiko bisnis sebagian bergantung pada sejauh mana biaya suatu perusahaan bersifat tetap. Jika biaya tetap itu tinggi, penurunan sedikit saja dalam penjualan dapat mengakibatkan penurunan yang besar dalam laba operasi dan ROE. Karena itu, bila hal-hal lain tetap sama, makin tinggi biaya tetap suatu perusahaan, makin besar risiko bisnisnya. Biaya tetap yang lebih tinggi biasanya berkaitan dengan perusahaan dan industri yang makin terotomatisasi dan padat modal, seperti perusahaan listrik, perusahaan telepon, dan maskapai penerbangan.
Jika sebagian besar dari total biaya perusahaan adalah biaya tetap, perusahaan itu dikatakan mempunyai leverage operasi (operating leverage) yang tinggi.
Konsep leverage operasi semula dikembangkan untuk digunakan dalam penganggaran modal. Metode-metode alternatif untuk membuat produk tertentu sering menghasilkan leverage operasi dan titik impas yang berbeda, yang menampakkan tingkat risiko bisnis yang juga berbeda. Bigbee Electronics dan perusahaan-perusahaan lain secara teratur melaksanakan analisis titik impas sebagai bagian dari proses penganggaran modal mereka. Namun, setelah leverage operasi perseroan ditetapkan, faktor tersebut mempengaruhi keputusan struktur modalnya.
RESIKO KEUANGAN
Leverage keuangan (financial leverage) mengacu pada penggunaan sekuritas yang memberikan penghasilan tetap yaitu, utang dan saham preferen dan risiko keuangan (financial risk) adalah tambahan risiko bagi pemegang saham biasa akibat penggunaan leverage keuangan. Perusahaan dapat memperoleh uang tersebut dengan menerbitkan saham biasa, meminjam uang, atau menggunakan kombinasi utang dan ekuitas.
MENENTUKAN STRUKTUR MODAL YANG OPTIMAL
Dalam bagian terdahulu kita menggunakan salah satu dari proyek penganggaran modal Bigbee Electronics Company untuk menggambarkan leverage operasi dan keuangan. Namun, konsep dan metode leverage yang sama dapat diterapkan untuk perusahaan secara menyeluruh, dan dalam bagian ini kita membahas Bigbee secara keseluruhan. Perusahaan itu telah mengakuisisi aktiva dari waktu ke waktu melalui proses penganggaran modal. Aktiva tersebut mempunyai risiko bisnis dan leverage operasi yang unik, dan risiko bisnis perusahaan mencerminkan tingkat risiko dari masing-masing aktivanya.
Perubahan dalam penggunaan utang akan mengakibatkan perubahan laba per saham (EPS-earnings per share) dan, karena itu, juga mengakibatkan perubahan harga saham.
Disebutkan bahwa harga saham berkaitan secara positif dengan dividen yang diharapkan tetapi berkaitan secara negatif dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan pada ekuitas. Perusahaan dengan laba yang tinggi mampu membayar dividen yang lebih tinggi, jadi selama tingkat utang yang lebih tinggi menaikkan laba per saham yang diharapkan, leverage bekerja mengungkit harga saham. Namun, tingkat utang yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko perusahaan, yang menaikkan biaya ekuitas dan selanjutnya menurunkan harga saham.
Dapat dilihat bahwa struktur modal yang memaksimumkan harga saham perusahaan juga merupakan struktur modal yang meminimumkan WWAC-nya. biaya komponen ekuitas umumnya lebih tinggi daripada utang, menggunakan utang berbiaya rendah saja tidak akan memaksimumkan nilai karena terdapat efek umpan balik dari utang terhadap biaya utang dan ekuitas.
Meskipun mengurangi utang secara signifikan akan mengurangi sejumlah biaya utang marjinal, pengurangan utang yang berarti cenderung menaikkan biaya rata-rata tertimbang modal dengan meningkatkan proporsi ekuitas yang berbiaya lebih tinggi.
Komentar
Posting Komentar