ESSAY MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA
Disusun oleh: TRIANDA PRATIWI (20.0102.0049) PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG TAHUN AJARAN 2020/2021
K as dan surat-surat erharga adalah pos-pos yang termasuk dalam aktiva lancar. Kedua komponen ini adalah aset isnis yang paling likuid. Manajer keuangan perlu mengelola kas dan surat erharga karena kedua komponen aset terseut memiliki nilai strategis agi operasi perusahaan. Semua pengumpulan dan pengelolaan harus dilakukan dengan enar. Artinya isnis tidak akan kehaisan uang tunai untuk eragai pengeluaran isnis. Penanaman dana perusahaan pada surat erharga juga penting untuk menunjang aset perusahaan serta menghasilkan pendapatan dalam entuk unga atau untuk keperluan lain. Ada anyak jenis judul yang isa dipilih dengan segala keleihan dan kekurangannya. Seorang manajer keuangan harus dapat menginvestasikan dana terseut dengan pertimangan yang tepat. MANAJEMEN KAS Manajemen kas adalah sistem manajemen isnis yang mengatur arus kas untuk menjaga likuiditas isnis dan perencanaan kas dan arus kas yang tidak digunakan. CFO harus mampu mengelola uang yang masuk ke isnis dan uang yang keluar. Padahal selama isnis erjalan ada dua jenis arus kas. Yang pertama adalah arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas adalah arus kas yang masuk ke dalam suatu usaha (penerimaan kas) misalnya pendapatan erupa penjualan atau laa operasi. Arus kas masuk juga dapat diperoleh dari unga yang diperoleh dari investasi atau pendapatan di luar isnis dan dapat diperoleh dari pinjaman dari pihak lain (ank) atau dana aadi. Arus kas keluar adalah uang yang dikeluarkan oleh suatu isnis untuk memiayai operasinya seperti pemelian ahan aku pemayaran upah gaji pajak atau iaya operasional lainnya. Simpanan keluar dapat berupa dana yang akan digunakan untuk investasi aik yang erkaitan dengan idang kegiatan maupun tidak. Karena arus kas masuk dan arus kas keluar akan terus erlanjut selama bisnis eroperasi manajemen harus mengaturnya. Misalnya hal-hal yang perlu diatur agar jumlah uang yang masuk selalu leih anyak daripada jumlah yang keluar. Dengan cara ini keseimangan arus kas perusahaan dapat diamankan. Likuiditas tidak oleh terlalu kecil atau terlalu esar untuk pencairan yang diutuhkan. Jika jumlah uang tunai terlalu kecil akan sangat erahaya agi isnis karena akan mengganggu pengeluaran untuk eragai pemayaran isnis. Dampak dari kekurangan kas ini cukup esar misalnya terhadap kepercayaan pelanggan kepada kita jika perusahaan tidak mampu memayar kewajiannya. Kemudian dampak lainnya adalah kemungkinan iaya menjadi ean agi pelaku usaha. Kekurangan uang tunai juga dapat menghamat operasional perusahaan dengan tidak dapat memeli ahan aku atau memayar upah pekerja sealiknya jika jumlahnya terlalu esar maka pencairan yang diutuhkan juga tidak aik. Ini erarti ahwa mungkin ada pendapatan yang tidak digunakan atau tidak ada untuk isnis. Oleh karena itu arus kas perlu diatur atau dikelola agar likuiditasnya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu erleihan. Sedangkan konsep unused atau idle money adalah sejumlah dana yang tidak terpakai atau tidak terpakai. Tentu saja para pemimpin isnis harus isa memanfaatkan dana yang tidak terpakai untuk erinvestasi di eragai investasi yang dianggap menguntungkan. Keutuhan arus kas harus direncanakan seaik mungkin aik secara tunai maupun secara tunai. Permintaan kas ini harus dirinci dalam anggaran kas. Konstituen utama yang menarik dalam penyusunan anggaran kas adalah: 1. Arus kas masuk 2. Pengeluaran kas 3. Perubahan kas bersih untuk periode yang relevan 4. Persyaratan arus untuk kas kas Teknik-teknik Manajemen Kas: 1. Secara umum teknik pengelolaan kas meliputi : 1) sinkronisasi arus kas 2) menggunakan free floats 3) mempercepat penagihan 4) menentukan dimana dan kapan uang diutuhkan 5) pengendalian modal. 2. Sinkronisasi arus kas Sinkronisasi arus kas erarti menyesuaikan waktu arus kas masuk dengan arus kas masuk untuk meminimalkan anggaran kas. Misalnya jika kita akan memiliki pendapatan harian dan harus memayar sewa dan pengeluaran lainnya setiap hari dan kita percaya dalam meramalkan arus kas masuk dan keluar kita dapat menyediakan anggaran kas kecil. 3. Menggunakan saldo Saldo didefinisikan seagai peredaan antara saldo uku cek isnis atau priadi dan saldo rekening koran. Pada dasarnya free float ersih perusahaan adalah fungsi dari kemampuan perusahaan untuk mempercepat pencairan cek yang diterima dan memperlamat pencairan cek yang diayar. 4.Percepatan pengumpulan Tingkat kas yang tepat akan dapat memberikan beberapa manfaat seperti : Jumlah kas yang cukup dapat memberikan kemungkinan potongan penjualan.Jikaperusahan menawarkan adanya potongan kas untuk pembayaran yang lebih awal, termasuk di dalamnya adalah adanya biaya bila potongan tersebut tidak dimanfaatkan. Jadi misal perusahan menawarkan persyaratan pembayaran atau term 2/15, net 40, maka biaya atas tidak dimanfaatkannya potongan tersebut adalah : =2(100−2)×365(40−15) =29,8% Tingkat bunga tahunan efektif (The Efektive Annual Percentage Rate = APR = re) : APR = re = |1+r/q|q-1 APR = re = |1+(28,80%)/(365/((40-15)))|14,6-1 re = 34,30% 2.Tingkat kas yang tepat juga akan mempengaruhi current ratio dan acid test ratio yangmerupakan kunci untuk menilai posisi kredit perusahaan. SURAT BERHARGA Surat Berharga Terdapat dua alasan penting perusahaan memiliki portfolio surat berharga yaitu : a.sebagai substitusi kas yang dimaksudkan untuk penyangga pada saatperusahaan mengalami kesulitan uang kas, namun demikian beberapa perusahaan lebih suka untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan utang dan b.investasi sementara yang dimaksudkan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Kriteria yang dipergunakan untuk memilih portfolio surat berharga: 1.Financial risk (risk finansiil) yang ditunjukkan oleh fluktuasi harga dan return surat berharga, dengan menghindari fluktuasi yang ekstrim. 2.Interest rate risk (risiko tingkat bunga) yang ditunjukkan dengan perubahan harga surat berharga yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga secara umum. 3.Purchasing power risk (risiko kemampuan pembelian) yang ditunjukkan oleh kemungkinan inflasi yang menurunkan kemampuan pengadaan kembali investasisurat berharga. 4.Marketability risk yang ditunjukkan oleh dapat tidaknya surat berharga tersebutdiperjualbelikan yang akan mempengaruhi harga pasar surat berharga. 5.Pertimbangan pajak karena perlakuan pajak yang berbeda untuk : dividen,pendapatan bunga, serta capital gains. MODEL-MODEL MENGELOLA KAS PERUSAHAAN Model manajemen kas. Manajemen kas dan surat berharga pada prinsipnya sama dengan manajemen persediaan. Basic stock diperlukan untuk menjagakeseimbangan antara arus kas masuk dan arus kas keluar. Safety stock dimaksudkan untuk menghadapi kebutuhan yang tidak terduga sedangkananticipation stock diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan masa datang. a.Economical Order Quantity (EOQ) adalah pengadaan yang paling optimalsecara periodik, dengan biaya yang paling rendah. b.Penerapan EOQ di dalam manajemen kas. Biaya atas dipertahankannya kasdalam jumlah yang terlalu tinggi adalah sebesar opportunity cost atas danatersebut karena kas merupakan non-earning asset. c.Sedangkan biaya atas dipertahankannya kas dalam jumlah yang terlalu kecil adalah berupa biaya pengadaan kas dalam jangka pendek termasuk ketidakmampuan untuk memanfaatkan potongan tunai, biaya transaksi meminjamdana dan merubah surat berharga menjadi kas. 1.Model manajemen kas oleh Baumol menghitung tingkat kas yang optimal dan transfer yang optimal dari surat berharga menjadi kas yang akan meminimumkan biaya total manajemen kas. C^*= √((2 b T)/i) Dimana : C* = tingkat transfer kas yang optimal T = penggunaan kas total untuk satu periode b = biaya atas setiap transaksi atau menjual surat berharga i = tingkat bunga yang dipergunakan atas surat berharga a.Rata-rata kas untuk satu periode adalah sebesar C*/2. Dengan demikian maka total biaya setiap periode untuk mempertahankan kas adalah sebesar = b(T/C + i(C/2). b.Asumsi yang dipergunakan oleh baumol adalah bahwa (a) pengeluaran terjadi secara terus menerus, (b) penerimaan atau aliran kas masuk terjadi dalam jumlahbulat (lump sums) untuk interval yang sama. 2.Model manajemen kas oleh Miller-Orr, dengan asumsi bahwa perubahan kas perusahaan bersifat random. Saldo kas dibiarkan menyimpang sampai mencapai tingkat setinggi h, atau tingkat terendah r. a.Saldo kas kemudian dikembalikan pada tingkat z, dengan menginvestasikan kelebihan kas pada surat berharga atau dengan menjual surat berharga untuk memperoleh kas.Formula untuk menghitung biaya yang meminimumkan z dan h adalah : b.Formula untuk menghitung biaya yang meminimumkan z dan h adalah : Z^*= |(3br^2)/4i| 1/3 → h^*=3Z^* Dimana: z* = optimal return point b = biaya transfer (transaksi) surat berharga r^2 = varians aliran kas masuk bersih harian i = bunga harian untuk investasi pada surta berharga 3.Tampak bahwa model Miller-Orr ini lebih fleksibel dan mudah untuk diterapkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRUKTUR MODAL DAN LEVERAGE